MAKALAH
MALAIKAT DALAM
PANDANGAN IMAN KRISTEN
Sebagai persyaratan
mata kuliah DOGMATIKA
Dosen :
YOHANNES
WITORO M.TH
DISUSUN OLEH :
RANI.
A. SIMBOLON
Semester : III (Tiga)
Daftar isi
BAB.
I. PENDAHULUAN.........................................................................................
LATAR BELAKANG.....................................................................................
BAB. II. MALAIKAT DALAM PANDANGAN
KRISTEN........................................
II.a)
ASAL-USUL...........................................................................................
II.b)
TUJUAN
PENCIPTAAN............................................................................
II.c)TERMINOLOGI.................................................................................
BAB. III. KEBERADAAN
MALAIKAT..............................................................................
III.a) PERBADAAN MALAIKAT
DENGAN TUHAN.....................................
iii.b) KEGIATAN
MALAIKAT.........................................................................
iii.c) SIFAT
MALAIKAT....................................................................................
iii. d ) PENGGOLNGAN
MALAIKAT.............................................................
KESIMPULAN...............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
Pelajaran
tentang malaikat dalam iman Kristen disebut dengan istilah Angelology. Tempatnya berada dalam
ruang lingkung studi teologi sistematika. Studi tentang malaikat merupakan
salah satu pokok penting dalam kekristenan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa
malaikat terlibat aktif dalam sejarah manusia dalam hubungannya dengan Tuhan.
Sejak
masa Adam dan Hawa peran malaikat telah ada dan berinteraksi dengan manusia.
Penafsiran umum kristiani mengajarkan bahwa ular yang bisa “berbicara” dan punya
“intelektual” tinggi tersebut bukanlah ular “biasa”, melainkan personifikasi
dari malaikat jahat yang telah jatuh ke dalam dosa. Dosa yang dilakukan Adam
dan Hawa membawa implikasi pada diusirnya mereka keluar dari taman Eden. Agar
keduanya tidak bisa masuk, maka Allah menempatkan malaikat yang disebut Kerub untuk menjaga jalan masuk ke
taman tersebut.
Malaikat
dalam iman Kristen tercatat dalam Alkitab. Malaikat kerap berada diantara
manusia. Mereka melindungi Lot dan keluarganya (Kejadian 19:10), mereka
menampakkan diri kepada hamba Elisa yang sedang ketakutan (2 Raja-Raja 6:17),
ada juga yang menampakkan diri di hadapan Bileam dan keledainya (Bilangan
22:31). Ada juga yang disebut Gabriel, dialah malaikat yang diutus Tuhan untuk
menjumpai Maria dan memberitahukan kabar kesukaan bagi dunia (Lukas 1:26-38),
dan juga menemui Daniel (Daniel 9:21). Malaikat lain yang pernah disebutkan
namanya adalah Mikhael (Daniel 10:13; 12:1; Yudas 1:9; Wahyu 12:7).
Pentingnya
memahani tentang malaikat-malaikat Allah di masa modern ini tidak terlepas juga
dengan adanya kesaksian-kesaksian dari banyak orang yang mengaku pernah bertemu
dengan malaikat, baik itu dalam suatu penglihatan (vision) atau dalam mimpi. Memang kesaksian-kesaksian itu pada
umum bersifat subyektif, dalam artian tidak dapat diuji karena bersifat
personal. Selain itu, ada istilah yang cukup popular, yaitu “Angel service”,
tentang bagaimana umat Tuhan mendapat bantuan dari malaikat dalam kehidupan dan
pelayanannya kepada Tuhan. Beberapa yang dapat disebut adalah Mary Katrin Baxter yang
mengaku bertemu
malaikat dalam bukunya “A Divine
Revelation of Hell”, Kenneth
Hagin (alm) yang sering disebut “rasul iman” Amerika Serikat menulis
pengalaman bertemu malaikat dalam bukunya “Aku pernah ke Neraka” dan juga Rev Choo Thomas yang menulis pengalamannya bertemu malaikat dalam
sebuah buku laris “Heaven Is So Real”.
II.a)
ASAL USUL
Alkitab
tidak mencatat dengan jelas mengenai asal mula malaikat. Kapan mereka
diciptakan tidak dirinci secara gamblang. Namun yang pasti, malaikat tampaknya
telah ada sebelum Adam dan Hawa diciptakan. Kitab Ayub 38:4-7 mengisahkan bahwa
semua ”
anak Allah”
bersorak-sorai pada waktu Bumi diciptakan. Teks bahasa Ibrani untuk “anak
Allah” dalam ayat tersebut adalah bney
‘Elohim.
Kitab
Kolose 1:16 menulis, “karena di dalam
Dialah telah diciptakan segala
sesuatu, yang ada di sorga dan
yang ada di bumi, yang kelihatan
dan yang tidak kelihatan, baik
singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu
diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” Kitab itu menegaskan bahwa Tuhan
Yesuslah pencipta segala sesuatu yang ada di Sorga dan Bumi, hal itu berarti
termasuk juga malaikat-malaikat.
Berdasarkan
kerangka berpikir Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, jelas sekali bahwa dalam
iman Kristen, para malaikat adalah ciptaan
Tuhan Yesus Kristus. Mereka
bukan suatu makhluk yang tiba-tiba ada atau tanpa asal-usul yang tidak jelas.
Malaikat diciptakan dalam rupa roh
(Ibrani 1:14). Inilah bentuk sejati dari malaikat. Mereka tidak mempunyai tubuh
jasmani seperti halnya manusia. Dalam penugasan tertentu, atas “Kuasa Tuhan”
maka malaikat itu bisa memakai rupa manusia. Sebuah contoh di Alkitab mencatat bahwa
dua malaikat yang mendatangi Lot dan keluarganya memiliki rupa manusia.
II.
b) TUJUAN PENCIPTAAN
Untuk
apakah Allah menciptakan malaikat? Kitab Ibrani 1:14 dengan lugas menjelaskan
bahwa malaikat adalah roh-roh yang melayani. Mereka diciptakan untuk melayani
Allah yang Maha Kuasa. Kediaman mereka adalah di Surga, tempat Allah bertahta.
Selain bertugas untuk melayani Allah, kitab Mazmur 148:2 menulis bahwa malaikat
diciptakan untuk memuji Allah. Demikian tertulis, “Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala
tentara-Nya!”
Hal
itu sejalan dengan bagian lain dari Alkitab yang menceritakan adanya
malaikat-malaikat berjulukan Serafim
yang mengelilingi tahta Allah dan mereka terus menerus tiada henti-henti memuji
Allah. Nabi Yesaya menceritakan penglihatannya demikian, “Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat
Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya
memenuhi Bait Suci. Para Serafim
berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap
dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki
mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang
kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus,
kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”
(Yesaya 6:1-3).
Dalam
iman Kristen, istilah bahasa Ibrani (Perjanjian Lama) untuk malaikat yang
paling sering digunakan adalah MAL’AK.
Selain istilah itu, ada juga istilah lainnya, yaitu anak-anak Allah: bney ha-’Elohim (ibrani) - Sons of Elohim,
Ayub 1:6; 2:1; 38:7) dan penghuni surgawi: bney ‘eliymhabuw (ibrani) – sons of Elim, Mazmur 29:1; 89:7).
Sementara Alkitab
Perjanjian Baru yang ditulis dalam bahasa Yunani menggunakan kata ANGELOS (Matius 24:36). Kedua kata
tersebut mempunyai pengertian yang sama, yaitu UTUSAN. Dari kata angelos itulah ketika diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris, bahasa universal di Bumi ini, didapat istilah “Angel”. Bahasa Indonesia
menterjemahkan Mal’ak (Ibrani)/Angelos (Yunani) sebagai “malaikat”.
Ada juga istilah
Alkitab yang merujuk kepada malaikat, yaitu “bala tentara surga” (Lukas 2:13).
Alkitab tidak merinci secara jelas mengenai jumlah malaikat-malaikat Allah,
akan tetapi nampaknya bahwa malaikat berjumlah sangat banyak (Daniel 7:10;
Matius 26:53; Ibrani 12:22; Wahyu 5:11). Dan biarlah hal itu menjadi rahasia
Sang Pencipta.
Agustinus, seorang tokoh
penting dalam sejarah gereja mengatakan: “Malaikat menunjukkan jabatan,
bukan kodrat. Kalau engkau menanyakan kodratnya,
maka ia adalah roh; kalau engkau
menanyakan jabatannya, maka ia
adalah malaikat“. Menurut
seluruh keadaannya malaikat adalah pelayan dan pesuruh Allah. Karena “mereka selalu memandang wajah Bapa-Ku, yang
ada di surga” (Matius 18:10), dan mereka “melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya”
(Mzm 103:20).
BAB.II. KEBERADAAN MALAIKAT
II.a)
PERBEDAAN Malaikat TUHAN dengan Malaikat
Sebelum membahas lebih
dalam mengenai dunia malaikat, perlu dipahami dulu adanya satu istilah yang
tertulis di Alkitab sebagai “Malaikat
TUHAN”. Malaikat TUHAN ini berbeda dengan malaikat. Istilah ini dalam Alkitab bahasa aslinya, yaitu bahasa
Ibrani tertulis sebagai “Mal’ak YHWH”.
Istilah itu digunakan secara berganti-ganti dengan YHWH (bandingkan Keluaran 3:2, dengan 3:4; 13:21 dengan 14:19).
Orang-orang yang melihat “Mal’ak YHWH”
mengatakan bahwa mereka telah melihat Allah
(Kejadian 32:30; Hakim-hakim 13:21-22).
Alkitab
mencatat bahwa Malaikat TUHAN atau Mal’ak YHWH menampakkan diri kepada Abraham,
Hagar, Musa, Yosua, Manoah ayah Simson dan beberapa orang lainnya. Ketika
berhadapan dengan Musa, Malaikat TUHAN berkata, “Akulah Allah ayahmu,
Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” (Keluaran 3:2-6). Saat
bertemu dengan Hagar, Malaikat TUHAN berucap, “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat
dihitung karena banyaknya.” (Kejadian 16:10). Abraham memanggilnya
dengan sebutan “Tuhan” (Kejadian 22:11). Malaikat TUHAN jugalah yang menuntun
orang Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan (Hakim-Hakim 2:1).
Beberapa
fakta dari Alkitab tersebut mengindikasikan suatu fakta bahwa Malaikat TUHAN
bukanlah malaikat seperti pada umumnya. Karena IA bertindak seperti “Tuhan”
sendiri. Dalam teologi Kristen, Malaikat TUHAN diindikasikan sebagai “Kristofani”. Yaitu, merupakan
penampakan dari Sang LOGOS, Yeshua (Yesus), jauh sebelum inkarnasinya menjadi
manusia melalui perantaraan rahim Maria. Sebab, hanya Pribadi Kedua dalam
Ketritunggalan Allah yang pernah menampakkan diri kepada manusia (Yohanes
1:18).
II.
b) KEGIATAN MALAIKAT
- Malaikat
senantiasa memuji dan memuliakan Allah (Ayub 38:7; Mazmur 103:20;
148:2; Yesaya 6:1-3; Wahyu 5:11-12; 7:11; 8:1-4). Mereka memuji Allah di
hadapan hadirat-Nya yang mulia di Sorga. Sekalipun kegiatan itu pada
umumnya terjadi di Sorga, setidaknya dalam satu peristiwa, mereka
melakukannya di Bumi, yaitu pada saat kelahiran Yesus.
Alkitab
menulis, “Dan tiba-tiba tampaklah
bersama-sama dengan malaikat itu
sejumlah besar bala tentara sorga
yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan
damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Setelah
malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang
lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana,
seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” (Lukas 2:13-15).
Para
malaikat merasa perlu menunjukkan diri di hadapan para gembala dan memuji Allah
di depan mereka, sebab hari itu adalah hari bersejarah bagi manusia, yaitu saat
Firman Allah berinkarnasi menjadi manusia Yesus untuk menyelamatkan manusia
dari dosa dan kematian (Yohanes 3:16).
2. Malaikat melayani orang percaya
Sifat utama dari
penciptaan malaikat diungkapkan dalam Alkitab bahwa “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh
keselamatan?” (Ibrani 1:14). Kebenaran ini mengandung makna bahwa
malaikat terlibat dalam hubungan antara Tuhan dengan manusia yang
mengasihi-Nya. Tugas mereka terutama berkaitan dengan peranan mereka dalam misi
Kristus untuk menyelamatkan manusia.
Malaikat
dalam iman Kristen bertugas untuk melayani dan juga menjaga orang-orang yang mengasihi
Tuhan. Mereka disebutkan berkemah di sekeliling orang-orang yang mengasihi
Tuhan dan melindunginya (Mazmur 34:8; Matius 18:10). Pengalaman penulis sendiri
yang beberapa kali terluput dari kecelakaan, seolah menyadarkan bahwa Allah
telah mengutus malaikat-Nya untuk meluputkan. Berkaitan dengan perannya yang
melayani dan melindungi orang percaya, berikut beberapa peristiwa yang dicatat
Alkitab:
- Mereka bersukacita apabila satu
orang berdosa bertobat (Lukas 15:10)
- Membebaskan orang percaya dari
ancaman bahaya (Kisah Para Rasul 5:18-20; 12:6-11)
- Membawa berkat kesembuhan atas
manusia (Yohanes 5:4)
- Mengantarkan jawaban atas doa
(Daniel 10:12-14)
- Kadang-kadang membantu
penafsiran mimpi dan penglihatan yang bersifat nubuat (Daniel 10:14)
- Memberikan kekuatan kepada umat
Allah (1 Raja-Raja 19:4-8)
- Melindungi orang kudus yang
takut akan Allah (Daniel 3:28; 6:23)
- Berperang melawan kuasa
setan-setan (Daniel 10:13; Wahyu 12:7)
- Membawa roh orang percaya yang
meninggal dunia ke Firdaus (Lukas 16:22)
- Mengarahkan orang percaya dalam
bersaksi (Kisah Para Rasul 8:26-40)
Malaikat Pelindung
Orang
Israel maupun jemaat Kristen mula-mula mempunyai konsep bahwa setiap orang
memiliki satu malaikat khusus yang ditugaskan untuk menjaga dan menemaninya
selama hidup. Ada dua ayat Alkitab yang sering dikutip untuk memperkuat
pandangan ini. Setelah memanggil seorang anak dan menempatkannya di
tengah-tengah para murid, Yesus mengatakan, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat
mereka di Sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di Sorga”
(Matius 18:10).
Kisah
Para Rasul 12:15 menceritakan ketika Petrus telah sampai di pintu gerbang dan
seorang hamba perempuan bernama Rode memberitahukan hal itu kepada orang-orang
lainnya, mereka berkata, “Itu malaikatnya”.
Kedua ayat tadi menunjukkan adanya paham di kalangan orang Kristen mula-mula
bahwa setiap orang mempunyai malaikat pelindung.
Sekalipun
demikian, perlu dipahami bahwa ada bagian lain dari Alkitab yang mengatakan
bahwa orang percaya tidak hanya dilindungi oleh satu, namun oleh banyak
malaikat, seperti yang dialami oleh nabi Elisa (2 Raja-Raja 6:17).
- Malaikat
menyampaikan dan menyatakan amanat Allah kepada manusia.
Tindakan ini sesuai
dengan makna dari istilah malaikat,
yaitu sebagai “utusan”. Mereka
membawa berita dari Allah kepada manusia, misalnya kepada Zakharia (Lukas
1:13-20), kepada Maria(Lukas 1:26-38), kepada Kornelius (Kisah Para Rasul
10:3-7), kepada rasul Paulus (Kisah Para Rasul 27:23-24).
- Malaikat
melaksanakan hukuman Allah
Para
malaikat menjadi eksekutor hukuman Allah atas Sodom dan Gomora (Kejadian
19:13), malaikat membinasakan tentara raja Asyur yang memerangi umat Israel (2
Tawarikh 32:21), malaikatlah yang membinasakan Herodes (Kisah Para Rasul
12:23). Kitab Wahyu penuh dengan nubuat mengenai penghukuman yang akan
dilaksanakan oleh para malaikat (Wahyu 8:6-9; 16:1-17; 19:11-14).
- Malaikat
terlibat dalam Kedatangan Yesus kedua
Para
malaikat akan mendampingi Tuhan Yesus pada saat kedatangan-Nya yang kedua
nanti. Alkitab menulis demikian, “Apabila
Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan
Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.” (Matius
25:31).
Merekalah
yang akan memisahkan gandum dari lalang – gambaran pemisahan orang Benar dari
orang fasik – (Matius 13:39-42). Tuhan Yesus akan menyuruh para malaikat untuk
memanggil orang-orang pilihan-Nya dari seluruh penjuru dunia dengan tiupan
sangkakala (Matius 24:31; bandingkan dengan 1 Tesalonika 4:16-17).
II.c)
SIFAT MALAIKAT
1. Malaikat tidak berbadan
Para
malaikat disebut sebagai “roh-roh” yang melayani. Hal itu menunjukkan jati diri
mereka yang esensial, yaitu jenis makhluk yang tidak berbadan jasmani, namun
berbentuk roh. Dalam
peristiwa-peristiwa khusus, Alkitab mencatat adanya aktivitas malaikat dengan
memakai tubuh manusia (Kejadian 18-19, Lukas 1:26; Yohanes 20:12; Ibrani 13:2).
Kenyataan
itu merupakan peristiwa khusus yang terjadi atas campur tangan “kuasa
Tuhan”didalamnya. Penggunaan tubuh jasmani oleh malaikat hanya terjadi dalam
tugas-tugas khusus tertentu untuk menjalankan perintah Allah. Selain daripada
itu, maka hakekat mereka adalah kembali sebagai roh. Adanya tubuh jasmani dalam
penampakan malaikat tidak terlepas dari otoritas Tuhan yang mengijinkan hal itu
dan dalam pengawasan-Nya sebagai pelaksana firman-Nya.
2. Malaikat bukan manusia yang dimuliakan
Manusia
dibedakan dengan malaikat. Dalam Matius 22:30 dikatakan bahwa orang-orang
percaya suatu saat nanti akan menjadi seperti
malaikat, dan bukan dikatakan bahwa mereka akan menjadi malaikat. “beribu-ribu
malaikat” dibedakan dari “roh-roh
orang-orang benar yang telah menjadi sempurna” (Ibrani 12:22-23).
Alkitab mencatat bahwa manusia
diciptakan sedikit lebih rendah daripada malaikat, tetapi kemudian akan menjadi
lebih tinggi daripada malaikat (Mazmur 8:6; Ibrani 2:7). Bahkan
orang-orang percaya disebutkan oleh firman Tuhan suatu saat nanti akan
menghakimi malaikat (1 Korintus 6:3).
Malaikat
tidak pernah akan dimuliakan, seperti halnya nasib orang-orang percaya yang
akan dimuliakan Allah. Manusialah satu-satunya ciptaan yang disebutkan Alkitab
sebagai “mahkota ciptaan” karena telah diciptakan “segambar (tselem:
ibrani)” dan “serupa (demuth: ibrani)” dengan Allah (Kejadian 1:26; Mazmur 8:5-7).
3. Malaikat merupakan suatu kelompok, bukan suatu bangsa
Para
malaikat disebut Alkitab sebagai bala tentara Allah (Lukas 2:13). Mereka
merupakan suatu kelompok yang besar, dimana hanya Allah sendiri saja sebagai
pencipta-Nya yang mengetahui dengan persis jumlahnya. Malaikat tidak menikah atau dinikahkan, juga
tidak pernah mengalami kematian (Lukas 20:34-36). Kadangkala Alkitab
menyebut malaikat sebagai “anak-anak Allah” (Ayub 1:6: 2:1; 38:7).
4. Bila berdosa sifatnya kekal (tidak ada pengampunan)
Malaikat diciptakan
dengan akal budi, kecerdasan dan kekuatan yang luar biasa. Akal budi itu
membuat mereka mempunyai pilihan, yaitu bisa mentaati Allah atau tidak
mentaati-Nya. Alkitab mencatat adanya malaikat-malaikat yang dihukum Allah.
Beberapa ayat yang
mengindikasikan hal tsb:
“Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan
malaikat-malaikat yang berbuat dosa
tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke
dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman”
(2 Petrus 2:4).
“Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang
tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat
kediaman mereka, dengan belenggu abadi
di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar” (Yudas 1:6).
“Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nyapun
didapati-Nya tersesat, (Ayub 4:18)
“Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya
berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, Dan
naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan
seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama
dengan malaikat-malaikatnya.” (Wahyu 12:4,7,9)
Oleh karena esensi
mereka adalah roh (dimana roh bersifat kekal), maka bila berbuat dosa, maka
sifatnya kekal (tidak dapat diampuni), dan karenanya mendapat hukuman yang
kekal.
Hal
itu berbeda dengan manusia yang mempunyai tubuh jasmani, meskipun mempunyai
roh. Apabila berdosa, maka dosa itu masih bisa diampuni Allah melalui percikan
darah binatang (konsep pengampunan dosa di Perjanjian Lama) maupun oleh darah
Yesus yang mengampuni dan menyucikan (1 Yohanes 1:9; Roma 3:25; Ibrani 10:19;
13:12; 1 Yohanes 1:7; Wahyu 1:5); sejak masa Perjanjian Baru sampai masa Gereja
sekarang ini.
5. Malaikat lebih kuat dan lebih pandai daripada manusia
Malaikat
dikatakan Alkitab sebagai lebih perkasa dan berkuasa daripada manusia (2 Petrus
2:11), namun mereka tidak maha kuasa. Contoh kekuatan dan keperkasaan malaikat
terlihat ketika melepaskan para rasul dari penjara (Kisah Para Rasul 5:19;
12:7) maupun ketika menggulingkan batu penutup kuburan Yesus yang disegel itu
(Matius 28:2), juga ketika membinasakan bala tentara raja Asyur yang memerangi
umat Israel (2 Tawarikh 32:21).
Meskipun
demikian, sebagai makhluk ciptaan kekuatan malaikat terbatas, seperti halnya
ciptaan lainnya, sebab hanya Allah saja yang maha besar dan berkuasa (Mazmur
135:5). Sebagai contoh, malaikat yang datang mengunjungi Daniel memerlukan
bantuan Mikhael dalam perjuangannya melawan roh jahat penguasa Persia (Daniel 10:13).
Baik Mikhael, penghulu malaikat (Yudas 1:9), maupun iblis (Ayub 1:12; 2:6)
memiliki kekuatan yang terbatas.
Pengetahuan
dan kebijaksanaan seorang malaikat dianggap sebagai kebijaksanaan yang tinggi
(2 Samuel 14:20), meskipun demikian malaikat tidak maha tahu. Tuhan Yesus
mengatakan, “Tetapi tentang hari dan
saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat
di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”(Matius
24:36). Para malaikat dipanggil sebagai saksi oleh rasul Paulus, “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan
malaikat-malaikat pilihan-Nya kupesankan dengan sungguh kepadamu: camkanlah
petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa
memihak.” (1 Timotius 5:21). Para malaikat ingin meneliti dan mengetahui
keajaiban-keajaiban karya Injil keselamatan (1 Petrus 1:11-12). Hal-hal itu
menunjukkan fakta bahwa pengetahuan malaikat juga terbatas, sebab hanya Allah
saja yang maha tahu.
6. Malaikat sangat cepat namun tidak maha hadir
Sebagai
makhluk roh, malaikat bergerak dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya.
Namun demikian, malaikat tidak maha hadir. Alkitab mencatat bahwa mereka
mengembara menjelajahi Bumi (Ayub 1:7; Zakharia 1:9-11) dan berpindah dari satu
tempat ke tempat lainnya (Daniel 9:21-23).
II.d)
PENGGOLONGAN MALAIKAT
Secara
umum berdasarkan kebenaran Alkitab, nampaknya malaikat-malaikat Allah terbagi
dalam susunan yang rapih dan efektif sesuai dengan keberadaan masing-masing.
Penggolongan ini bukan berdasarkan pangkat atau kedudukan, karena Alkitab
sendiri tidak menyatakan secara gamblang mengenai hierarki atau susunan
kepangkatan dalam dunia malaikat.Penggolongan ini didasarkan pada jenis dan
fungsi malaikat-malaikat Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam Alkitab.
1. Serafim
Dalam
bahasa asli Alkitab, Ibrani ditulis “saraph”,
artinya adalah “yang terbakar”. Serafim/Seraphims
(inggris) adalah makhluk sorgawi yang ditulis paling jelas dalam kitab Yesaya
pasal 6. Serafim digambarkan sebagai mahluk bersayap enam yang selalu berada di
sisi TUHAN, sambil senantiasa memuji-Nya terus menerus. Serafim tidak banyak
ditulis dalam Alkitab, kecuali di dalam kitab Yesaya pasal 6.
Kenyataan
bahwa mereka selalu berada di sisi TUHAN, menunjukkan bahwa mereka adalah
golongan malaikat yang bertugas memuji TUHAN di tahta-Nya (Yesaya 6:2-3).
Serafim senantiasa berada di hadapan hadirat TUHAN, dan tampaknya tidak pernah
diutus ke dunia.
2. Kerub/Kerubim – cherub/cherubim
(plural)
Kata
“Cherub” berasal dari bahasa Assyrian, yang berarti “dekat”, yang berarti juga “pengawal
pribadi”. Kerub/Kerubim disebut dalam Kejadian 3:24; 2 Samuel 6:2; 2
Raja-Raja 19:15; Mazmur 18:11; 80:2; 99:1; Yehezkiel 10:1-22; Yehezkiel
28:14-16.
Berdasarkan
fakta dari ayat-ayat tersebut, Kerub memiliki empat muka dan empat sayap. Muka
yang pertama ialah muka Kerub, yang kedua ialah muka manusia, yang ketiga
adalah muka singa dan keempat adalah muka rajawali (Yehezkiel 10:14). Kerub
bertugas sebagai penjaga pintu masuk Taman Eden (Kejadian 3:24), menopang tahta
Allah (2 Samuel 6:2; 22:11; Mzm 18:11; 80:2; 99:1) dan menjaga tahta Allah
(Yehezkiel 28:14-16).
Kerub
paling sering disebut dalam Perjanjian Lama sebagai figur yang terdapat dalam
tutup Tabut Perjanjian (Ark of Covenant). Dua Kerub diukir di atas tutup Tabut
Perjanjian yang ditempatkan di dalam Kemah Suci dan Bait Suci (Keluaran 25:19;
1 Raja-Raja 6:23-28).
Kerub
juga disulam dalam kain yang menutupi Kemah Suci/Tabernakel (Keluaran 26:1,31),
serta diukir pada gerbang-gerbang Bait Allah (1 Raja-Raja 6:32,35).
3. Penghulu Malaikat
Mikhael
Istilah
“penghulu malaikat” muncul hanya dua kali di dalam Alkitab, yaitu dalam 1
Tesalonika 4:16 dan Yudas 1:9, keduanya dalam Perjanjian Baru. Istilah
“penghulu malaikat” dalam alkitab versi bahasa Inggris ditulis sebagai “archangel”. Dalam teks asli Alkitab
Perjanjian Baru, yang berbahasa Yunani, kata yang digunakan adalah “archaggelos”, yang bermakna “chief of the angels” atau pemimpin
para malaikat. Yudas 1:9 menyebut Mikhael
sebagai sang penghulu malaikat. Nama Mikhael sendiri di dalam bahasa Ibrani
berarti “who
is like God” atau “Siapakah yang sama dengan Allah?”.
Di
dalam Perjanjian Lama, Mikhael
diidentifikasikan dengan Israel sebagai suatu bangsa “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael,
pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada
suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada
bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan
terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu”
(Daniel 12:1), dan di dalam Daniel 10:13 di tuliskan bahwa Mikhael merupakan
pemimpin terkemuka.
Di
dalam Perjanjian Baru, Mikhael
disebutkan akan memimpin perang di Sorga untuk mengusir iblis dan
malaikat-malaikatnya. Alkitab mencatat, “Maka
timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang
melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi
mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan
naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan
seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama
dengan malaikat-malaikatnya.” (Wahyu 12:7-9).
Mikhael
juga yang akan meniup sangkakala sebagai pertanda kedatangan Tuhan Yesus kedua
kali. Alkitab menulis, “Sebab pada
waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu
malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan
turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit.”(1
Tesalonika 4:16)
Gabriel
Nampaknya
malaikat Gabriel termasuk salah
satu dari malaikat utama Allah. Gabriel dalam bahasa Ibrani berarti “Man of God”,
“Warrior of
God” atau ”hamba Allah”, “pejuang Allah”. Injil Lukas 1:19 menulis
perkataan Gabriel sebagai yang “melayani Allah”.
Sementara Mikhael
lebih berperan sebagai “pemimpin perang”
(Daniel 10:13; Wahyu 12:7), Gabriel fokusnya sebagai “utusan” (messenger)
atau “pesuruh Allah” yang membawa berita dari Allah kepada manusia. Ia diutus
kepada Daniel (Daniel 8:16; 9:21), Zakharia untuk menyampaikan nubuat kelahiran
Yohanes pembaptis (Lukas 1:8-24) dan Maria untuk menyampaikan berita tentang
inkarnasi Firman Allah menjadi manusia Yesus (Lukas 1:26-37; Yohanes 1:1-18).
4. Malaikat Jurang maut
Dan raja yang
memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah
Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion. (Wahyu 9:11)
5. Para malaikat
Para malaikat
menunjuk kepada malaikat-malaikat ciptaan Allah lainnya yang berjumlah sangat
banyak. Alkitab tidak menyebut nama malaikat secara spesifik, kecuali Mikhael
dan Gabriel. Selebihnya dikatakan sebagai para malaikat atau bala tentara sorga
(Matius 4:11; 13:41; Lukas 2:13; Kisah Para Rasul 12:7; 27:23; Ibrani 12:22;
Wahyu 5:11; 7:11).
Para
malaikat tampaknya terorganisasi dengan sangat rapih sesuai dengan tugas dan
wewenang masing-masing. Ada yang diutus TUHAN untuk menyelamatkan Petrus dari
penjara (Kisah Para Rasul 12:7-10), ada juga yang diutus untuk memberi kekuatan
psikologis kepada Paulus (Kisah Para Rasul 27:23-25), memberi keyakinan kepada
Yusuf (Matius 1:20), menampakkan diri kepada Maria Magdalena (Yohanes 20:11-13)
dsb.
KESIMPULAN
Orang
percaya patut memahami dan mengerti pelajaran iman tentang “malaikat” karena
mereka adalah roh-roh yang ditugaskan untuk berhubungan dengan manusia dalam
kaitannya dengan tugasnya untuk “melayani orang-orang yang harus memperoleh
keselamatan“ (Ibrani 1:14),
yaitu kita semua yang percaya kepada Yesus Kristus.
Malaikat
dalam iman Kristen adalah makhluk roh yang selalu eksis dalam segala zaman. Ada
banyak kesaksian tentang eksistensi mereka, baik sejak zaman Adam, masa
Perjanjian Lama, masa Perjanjian Baru dan sampai masa modern sekarang. Tuhan
yang maha baik telah menugaskan makhluk-makhluk roh itu untuk menjaga, menolong
dan menyertai para pewaris keselamatan.
DAFTAR ISI
Alkitab
Bible Library 4.0
Special Edition
e-Sword version 9.0.3
Full Life Study
Bible, The General Council of The Assemblies of God
Teologi Kristen,
Millard J. Erickson, Gandum Mas, Malang
Teologi Sistematika, Henry
C. Thiessen, Gandum Mas, Malang
Strong’s Hebrew and
Greek Dictionaries
MAKALAH
MALAIKAT DALAM
PANDANGAN IMAN KRISTEN
Sebagai persyaratan
mata kuliah DOGMATIKA
Dosen :
YOHANNES
WITORO M.TH
DISUSUN OLEH :
RANI.
A. SIMBOLON
Semester : III (Tiga)
Daftar isi
BAB.
I. PENDAHULUAN.........................................................................................
LATAR BELAKANG.....................................................................................
BAB. II. MALAIKAT DALAM PANDANGAN
KRISTEN........................................
II.a)
ASAL-USUL...........................................................................................
II.b)
TUJUAN
PENCIPTAAN............................................................................
II.c)TERMINOLOGI.................................................................................
BAB. III. KEBERADAAN
MALAIKAT..............................................................................
III.a) PERBADAAN MALAIKAT
DENGAN TUHAN.....................................
iii.b) KEGIATAN
MALAIKAT.........................................................................
iii.c) SIFAT
MALAIKAT....................................................................................
iii. d ) PENGGOLNGAN
MALAIKAT.............................................................
KESIMPULAN...............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
Pelajaran
tentang malaikat dalam iman Kristen disebut dengan istilah Angelology. Tempatnya berada dalam
ruang lingkung studi teologi sistematika. Studi tentang malaikat merupakan
salah satu pokok penting dalam kekristenan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa
malaikat terlibat aktif dalam sejarah manusia dalam hubungannya dengan Tuhan.
Sejak
masa Adam dan Hawa peran malaikat telah ada dan berinteraksi dengan manusia.
Penafsiran umum kristiani mengajarkan bahwa ular yang bisa “berbicara” dan punya
“intelektual” tinggi tersebut bukanlah ular “biasa”, melainkan personifikasi
dari malaikat jahat yang telah jatuh ke dalam dosa. Dosa yang dilakukan Adam
dan Hawa membawa implikasi pada diusirnya mereka keluar dari taman Eden. Agar
keduanya tidak bisa masuk, maka Allah menempatkan malaikat yang disebut Kerub untuk menjaga jalan masuk ke
taman tersebut.
Malaikat
dalam iman Kristen tercatat dalam Alkitab. Malaikat kerap berada diantara
manusia. Mereka melindungi Lot dan keluarganya (Kejadian 19:10), mereka
menampakkan diri kepada hamba Elisa yang sedang ketakutan (2 Raja-Raja 6:17),
ada juga yang menampakkan diri di hadapan Bileam dan keledainya (Bilangan
22:31). Ada juga yang disebut Gabriel, dialah malaikat yang diutus Tuhan untuk
menjumpai Maria dan memberitahukan kabar kesukaan bagi dunia (Lukas 1:26-38),
dan juga menemui Daniel (Daniel 9:21). Malaikat lain yang pernah disebutkan
namanya adalah Mikhael (Daniel 10:13; 12:1; Yudas 1:9; Wahyu 12:7).
Pentingnya
memahani tentang malaikat-malaikat Allah di masa modern ini tidak terlepas juga
dengan adanya kesaksian-kesaksian dari banyak orang yang mengaku pernah bertemu
dengan malaikat, baik itu dalam suatu penglihatan (vision) atau dalam mimpi. Memang kesaksian-kesaksian itu pada
umum bersifat subyektif, dalam artian tidak dapat diuji karena bersifat
personal. Selain itu, ada istilah yang cukup popular, yaitu “Angel service”,
tentang bagaimana umat Tuhan mendapat bantuan dari malaikat dalam kehidupan dan
pelayanannya kepada Tuhan. Beberapa yang dapat disebut adalah Mary Katrin Baxter yang
mengaku bertemu
malaikat dalam bukunya “A Divine
Revelation of Hell”, Kenneth
Hagin (alm) yang sering disebut “rasul iman” Amerika Serikat menulis
pengalaman bertemu malaikat dalam bukunya “Aku pernah ke Neraka” dan juga Rev Choo Thomas yang menulis pengalamannya bertemu malaikat dalam
sebuah buku laris “Heaven Is So Real”.
II.a)
ASAL USUL
Alkitab
tidak mencatat dengan jelas mengenai asal mula malaikat. Kapan mereka
diciptakan tidak dirinci secara gamblang. Namun yang pasti, malaikat tampaknya
telah ada sebelum Adam dan Hawa diciptakan. Kitab Ayub 38:4-7 mengisahkan bahwa
semua ”
anak Allah”
bersorak-sorai pada waktu Bumi diciptakan. Teks bahasa Ibrani untuk “anak
Allah” dalam ayat tersebut adalah bney
‘Elohim.
Kitab
Kolose 1:16 menulis, “karena di dalam
Dialah telah diciptakan segala
sesuatu, yang ada di sorga dan
yang ada di bumi, yang kelihatan
dan yang tidak kelihatan, baik
singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu
diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” Kitab itu menegaskan bahwa Tuhan
Yesuslah pencipta segala sesuatu yang ada di Sorga dan Bumi, hal itu berarti
termasuk juga malaikat-malaikat.
Berdasarkan
kerangka berpikir Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, jelas sekali bahwa dalam
iman Kristen, para malaikat adalah ciptaan
Tuhan Yesus Kristus. Mereka
bukan suatu makhluk yang tiba-tiba ada atau tanpa asal-usul yang tidak jelas.
Malaikat diciptakan dalam rupa roh
(Ibrani 1:14). Inilah bentuk sejati dari malaikat. Mereka tidak mempunyai tubuh
jasmani seperti halnya manusia. Dalam penugasan tertentu, atas “Kuasa Tuhan”
maka malaikat itu bisa memakai rupa manusia. Sebuah contoh di Alkitab mencatat bahwa
dua malaikat yang mendatangi Lot dan keluarganya memiliki rupa manusia.
II.
b) TUJUAN PENCIPTAAN
Untuk
apakah Allah menciptakan malaikat? Kitab Ibrani 1:14 dengan lugas menjelaskan
bahwa malaikat adalah roh-roh yang melayani. Mereka diciptakan untuk melayani
Allah yang Maha Kuasa. Kediaman mereka adalah di Surga, tempat Allah bertahta.
Selain bertugas untuk melayani Allah, kitab Mazmur 148:2 menulis bahwa malaikat
diciptakan untuk memuji Allah. Demikian tertulis, “Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala
tentara-Nya!”
Hal
itu sejalan dengan bagian lain dari Alkitab yang menceritakan adanya
malaikat-malaikat berjulukan Serafim
yang mengelilingi tahta Allah dan mereka terus menerus tiada henti-henti memuji
Allah. Nabi Yesaya menceritakan penglihatannya demikian, “Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat
Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya
memenuhi Bait Suci. Para Serafim
berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap
dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki
mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang
kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus,
kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”
(Yesaya 6:1-3).
Dalam
iman Kristen, istilah bahasa Ibrani (Perjanjian Lama) untuk malaikat yang
paling sering digunakan adalah MAL’AK.
Selain istilah itu, ada juga istilah lainnya, yaitu anak-anak Allah: bney ha-’Elohim (ibrani) - Sons of Elohim,
Ayub 1:6; 2:1; 38:7) dan penghuni surgawi: bney ‘eliymhabuw (ibrani) – sons of Elim, Mazmur 29:1; 89:7).
Sementara Alkitab
Perjanjian Baru yang ditulis dalam bahasa Yunani menggunakan kata ANGELOS (Matius 24:36). Kedua kata
tersebut mempunyai pengertian yang sama, yaitu UTUSAN. Dari kata angelos itulah ketika diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris, bahasa universal di Bumi ini, didapat istilah “Angel”. Bahasa Indonesia
menterjemahkan Mal’ak (Ibrani)/Angelos (Yunani) sebagai “malaikat”.
Ada juga istilah
Alkitab yang merujuk kepada malaikat, yaitu “bala tentara surga” (Lukas 2:13).
Alkitab tidak merinci secara jelas mengenai jumlah malaikat-malaikat Allah,
akan tetapi nampaknya bahwa malaikat berjumlah sangat banyak (Daniel 7:10;
Matius 26:53; Ibrani 12:22; Wahyu 5:11). Dan biarlah hal itu menjadi rahasia
Sang Pencipta.
Agustinus, seorang tokoh
penting dalam sejarah gereja mengatakan: “Malaikat menunjukkan jabatan,
bukan kodrat. Kalau engkau menanyakan kodratnya,
maka ia adalah roh; kalau engkau
menanyakan jabatannya, maka ia
adalah malaikat“. Menurut
seluruh keadaannya malaikat adalah pelayan dan pesuruh Allah. Karena “mereka selalu memandang wajah Bapa-Ku, yang
ada di surga” (Matius 18:10), dan mereka “melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya”
(Mzm 103:20).
BAB.II. KEBERADAAN MALAIKAT
II.a)
PERBEDAAN Malaikat TUHAN dengan Malaikat
Sebelum membahas lebih
dalam mengenai dunia malaikat, perlu dipahami dulu adanya satu istilah yang
tertulis di Alkitab sebagai “Malaikat
TUHAN”. Malaikat TUHAN ini berbeda dengan malaikat. Istilah ini dalam Alkitab bahasa aslinya, yaitu bahasa
Ibrani tertulis sebagai “Mal’ak YHWH”.
Istilah itu digunakan secara berganti-ganti dengan YHWH (bandingkan Keluaran 3:2, dengan 3:4; 13:21 dengan 14:19).
Orang-orang yang melihat “Mal’ak YHWH”
mengatakan bahwa mereka telah melihat Allah
(Kejadian 32:30; Hakim-hakim 13:21-22).
Alkitab
mencatat bahwa Malaikat TUHAN atau Mal’ak YHWH menampakkan diri kepada Abraham,
Hagar, Musa, Yosua, Manoah ayah Simson dan beberapa orang lainnya. Ketika
berhadapan dengan Musa, Malaikat TUHAN berkata, “Akulah Allah ayahmu,
Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” (Keluaran 3:2-6). Saat
bertemu dengan Hagar, Malaikat TUHAN berucap, “Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat
dihitung karena banyaknya.” (Kejadian 16:10). Abraham memanggilnya
dengan sebutan “Tuhan” (Kejadian 22:11). Malaikat TUHAN jugalah yang menuntun
orang Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan (Hakim-Hakim 2:1).
Beberapa
fakta dari Alkitab tersebut mengindikasikan suatu fakta bahwa Malaikat TUHAN
bukanlah malaikat seperti pada umumnya. Karena IA bertindak seperti “Tuhan”
sendiri. Dalam teologi Kristen, Malaikat TUHAN diindikasikan sebagai “Kristofani”. Yaitu, merupakan
penampakan dari Sang LOGOS, Yeshua (Yesus), jauh sebelum inkarnasinya menjadi
manusia melalui perantaraan rahim Maria. Sebab, hanya Pribadi Kedua dalam
Ketritunggalan Allah yang pernah menampakkan diri kepada manusia (Yohanes
1:18).
II.
b) KEGIATAN MALAIKAT
- Malaikat
senantiasa memuji dan memuliakan Allah (Ayub 38:7; Mazmur 103:20;
148:2; Yesaya 6:1-3; Wahyu 5:11-12; 7:11; 8:1-4). Mereka memuji Allah di
hadapan hadirat-Nya yang mulia di Sorga. Sekalipun kegiatan itu pada
umumnya terjadi di Sorga, setidaknya dalam satu peristiwa, mereka
melakukannya di Bumi, yaitu pada saat kelahiran Yesus.
Alkitab
menulis, “Dan tiba-tiba tampaklah
bersama-sama dengan malaikat itu
sejumlah besar bala tentara sorga
yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan
damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Setelah
malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang
lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana,
seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” (Lukas 2:13-15).
Para
malaikat merasa perlu menunjukkan diri di hadapan para gembala dan memuji Allah
di depan mereka, sebab hari itu adalah hari bersejarah bagi manusia, yaitu saat
Firman Allah berinkarnasi menjadi manusia Yesus untuk menyelamatkan manusia
dari dosa dan kematian (Yohanes 3:16).
2. Malaikat melayani orang percaya
Sifat utama dari
penciptaan malaikat diungkapkan dalam Alkitab bahwa “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh
keselamatan?” (Ibrani 1:14). Kebenaran ini mengandung makna bahwa
malaikat terlibat dalam hubungan antara Tuhan dengan manusia yang
mengasihi-Nya. Tugas mereka terutama berkaitan dengan peranan mereka dalam misi
Kristus untuk menyelamatkan manusia.
Malaikat
dalam iman Kristen bertugas untuk melayani dan juga menjaga orang-orang yang mengasihi
Tuhan. Mereka disebutkan berkemah di sekeliling orang-orang yang mengasihi
Tuhan dan melindunginya (Mazmur 34:8; Matius 18:10). Pengalaman penulis sendiri
yang beberapa kali terluput dari kecelakaan, seolah menyadarkan bahwa Allah
telah mengutus malaikat-Nya untuk meluputkan. Berkaitan dengan perannya yang
melayani dan melindungi orang percaya, berikut beberapa peristiwa yang dicatat
Alkitab:
- Mereka bersukacita apabila satu
orang berdosa bertobat (Lukas 15:10)
- Membebaskan orang percaya dari
ancaman bahaya (Kisah Para Rasul 5:18-20; 12:6-11)
- Membawa berkat kesembuhan atas
manusia (Yohanes 5:4)
- Mengantarkan jawaban atas doa
(Daniel 10:12-14)
- Kadang-kadang membantu
penafsiran mimpi dan penglihatan yang bersifat nubuat (Daniel 10:14)
- Memberikan kekuatan kepada umat
Allah (1 Raja-Raja 19:4-8)
- Melindungi orang kudus yang
takut akan Allah (Daniel 3:28; 6:23)
- Berperang melawan kuasa
setan-setan (Daniel 10:13; Wahyu 12:7)
- Membawa roh orang percaya yang
meninggal dunia ke Firdaus (Lukas 16:22)
- Mengarahkan orang percaya dalam
bersaksi (Kisah Para Rasul 8:26-40)
Malaikat Pelindung
Orang
Israel maupun jemaat Kristen mula-mula mempunyai konsep bahwa setiap orang
memiliki satu malaikat khusus yang ditugaskan untuk menjaga dan menemaninya
selama hidup. Ada dua ayat Alkitab yang sering dikutip untuk memperkuat
pandangan ini. Setelah memanggil seorang anak dan menempatkannya di
tengah-tengah para murid, Yesus mengatakan, “Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat
mereka di Sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di Sorga”
(Matius 18:10).
Kisah
Para Rasul 12:15 menceritakan ketika Petrus telah sampai di pintu gerbang dan
seorang hamba perempuan bernama Rode memberitahukan hal itu kepada orang-orang
lainnya, mereka berkata, “Itu malaikatnya”.
Kedua ayat tadi menunjukkan adanya paham di kalangan orang Kristen mula-mula
bahwa setiap orang mempunyai malaikat pelindung.
Sekalipun
demikian, perlu dipahami bahwa ada bagian lain dari Alkitab yang mengatakan
bahwa orang percaya tidak hanya dilindungi oleh satu, namun oleh banyak
malaikat, seperti yang dialami oleh nabi Elisa (2 Raja-Raja 6:17).
- Malaikat
menyampaikan dan menyatakan amanat Allah kepada manusia.
Tindakan ini sesuai
dengan makna dari istilah malaikat,
yaitu sebagai “utusan”. Mereka
membawa berita dari Allah kepada manusia, misalnya kepada Zakharia (Lukas
1:13-20), kepada Maria(Lukas 1:26-38), kepada Kornelius (Kisah Para Rasul
10:3-7), kepada rasul Paulus (Kisah Para Rasul 27:23-24).
- Malaikat
melaksanakan hukuman Allah
Para
malaikat menjadi eksekutor hukuman Allah atas Sodom dan Gomora (Kejadian
19:13), malaikat membinasakan tentara raja Asyur yang memerangi umat Israel (2
Tawarikh 32:21), malaikatlah yang membinasakan Herodes (Kisah Para Rasul
12:23). Kitab Wahyu penuh dengan nubuat mengenai penghukuman yang akan
dilaksanakan oleh para malaikat (Wahyu 8:6-9; 16:1-17; 19:11-14).
- Malaikat
terlibat dalam Kedatangan Yesus kedua
Para
malaikat akan mendampingi Tuhan Yesus pada saat kedatangan-Nya yang kedua
nanti. Alkitab menulis demikian, “Apabila
Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan
Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.” (Matius
25:31).
Merekalah
yang akan memisahkan gandum dari lalang – gambaran pemisahan orang Benar dari
orang fasik – (Matius 13:39-42). Tuhan Yesus akan menyuruh para malaikat untuk
memanggil orang-orang pilihan-Nya dari seluruh penjuru dunia dengan tiupan
sangkakala (Matius 24:31; bandingkan dengan 1 Tesalonika 4:16-17).
II.c)
SIFAT MALAIKAT
1. Malaikat tidak berbadan
Para
malaikat disebut sebagai “roh-roh” yang melayani. Hal itu menunjukkan jati diri
mereka yang esensial, yaitu jenis makhluk yang tidak berbadan jasmani, namun
berbentuk roh. Dalam
peristiwa-peristiwa khusus, Alkitab mencatat adanya aktivitas malaikat dengan
memakai tubuh manusia (Kejadian 18-19, Lukas 1:26; Yohanes 20:12; Ibrani 13:2).
Kenyataan
itu merupakan peristiwa khusus yang terjadi atas campur tangan “kuasa
Tuhan”didalamnya. Penggunaan tubuh jasmani oleh malaikat hanya terjadi dalam
tugas-tugas khusus tertentu untuk menjalankan perintah Allah. Selain daripada
itu, maka hakekat mereka adalah kembali sebagai roh. Adanya tubuh jasmani dalam
penampakan malaikat tidak terlepas dari otoritas Tuhan yang mengijinkan hal itu
dan dalam pengawasan-Nya sebagai pelaksana firman-Nya.
2. Malaikat bukan manusia yang dimuliakan
Manusia
dibedakan dengan malaikat. Dalam Matius 22:30 dikatakan bahwa orang-orang
percaya suatu saat nanti akan menjadi seperti
malaikat, dan bukan dikatakan bahwa mereka akan menjadi malaikat. “beribu-ribu
malaikat” dibedakan dari “roh-roh
orang-orang benar yang telah menjadi sempurna” (Ibrani 12:22-23).
Alkitab mencatat bahwa manusia
diciptakan sedikit lebih rendah daripada malaikat, tetapi kemudian akan menjadi
lebih tinggi daripada malaikat (Mazmur 8:6; Ibrani 2:7). Bahkan
orang-orang percaya disebutkan oleh firman Tuhan suatu saat nanti akan
menghakimi malaikat (1 Korintus 6:3).
Malaikat
tidak pernah akan dimuliakan, seperti halnya nasib orang-orang percaya yang
akan dimuliakan Allah. Manusialah satu-satunya ciptaan yang disebutkan Alkitab
sebagai “mahkota ciptaan” karena telah diciptakan “segambar (tselem:
ibrani)” dan “serupa (demuth: ibrani)” dengan Allah (Kejadian 1:26; Mazmur 8:5-7).
3. Malaikat merupakan suatu kelompok, bukan suatu bangsa
Para
malaikat disebut Alkitab sebagai bala tentara Allah (Lukas 2:13). Mereka
merupakan suatu kelompok yang besar, dimana hanya Allah sendiri saja sebagai
pencipta-Nya yang mengetahui dengan persis jumlahnya. Malaikat tidak menikah atau dinikahkan, juga
tidak pernah mengalami kematian (Lukas 20:34-36). Kadangkala Alkitab
menyebut malaikat sebagai “anak-anak Allah” (Ayub 1:6: 2:1; 38:7).
4. Bila berdosa sifatnya kekal (tidak ada pengampunan)
Malaikat diciptakan
dengan akal budi, kecerdasan dan kekuatan yang luar biasa. Akal budi itu
membuat mereka mempunyai pilihan, yaitu bisa mentaati Allah atau tidak
mentaati-Nya. Alkitab mencatat adanya malaikat-malaikat yang dihukum Allah.
Beberapa ayat yang
mengindikasikan hal tsb:
“Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan
malaikat-malaikat yang berbuat dosa
tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke
dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman”
(2 Petrus 2:4).
“Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang
tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat
kediaman mereka, dengan belenggu abadi
di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar” (Yudas 1:6).
“Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nyapun
didapati-Nya tersesat, (Ayub 4:18)
“Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya
berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, Dan
naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan
seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama
dengan malaikat-malaikatnya.” (Wahyu 12:4,7,9)
Oleh karena esensi
mereka adalah roh (dimana roh bersifat kekal), maka bila berbuat dosa, maka
sifatnya kekal (tidak dapat diampuni), dan karenanya mendapat hukuman yang
kekal.
Hal
itu berbeda dengan manusia yang mempunyai tubuh jasmani, meskipun mempunyai
roh. Apabila berdosa, maka dosa itu masih bisa diampuni Allah melalui percikan
darah binatang (konsep pengampunan dosa di Perjanjian Lama) maupun oleh darah
Yesus yang mengampuni dan menyucikan (1 Yohanes 1:9; Roma 3:25; Ibrani 10:19;
13:12; 1 Yohanes 1:7; Wahyu 1:5); sejak masa Perjanjian Baru sampai masa Gereja
sekarang ini.
5. Malaikat lebih kuat dan lebih pandai daripada manusia
Malaikat
dikatakan Alkitab sebagai lebih perkasa dan berkuasa daripada manusia (2 Petrus
2:11), namun mereka tidak maha kuasa. Contoh kekuatan dan keperkasaan malaikat
terlihat ketika melepaskan para rasul dari penjara (Kisah Para Rasul 5:19;
12:7) maupun ketika menggulingkan batu penutup kuburan Yesus yang disegel itu
(Matius 28:2), juga ketika membinasakan bala tentara raja Asyur yang memerangi
umat Israel (2 Tawarikh 32:21).
Meskipun
demikian, sebagai makhluk ciptaan kekuatan malaikat terbatas, seperti halnya
ciptaan lainnya, sebab hanya Allah saja yang maha besar dan berkuasa (Mazmur
135:5). Sebagai contoh, malaikat yang datang mengunjungi Daniel memerlukan
bantuan Mikhael dalam perjuangannya melawan roh jahat penguasa Persia (Daniel 10:13).
Baik Mikhael, penghulu malaikat (Yudas 1:9), maupun iblis (Ayub 1:12; 2:6)
memiliki kekuatan yang terbatas.
Pengetahuan
dan kebijaksanaan seorang malaikat dianggap sebagai kebijaksanaan yang tinggi
(2 Samuel 14:20), meskipun demikian malaikat tidak maha tahu. Tuhan Yesus
mengatakan, “Tetapi tentang hari dan
saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat
di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”(Matius
24:36). Para malaikat dipanggil sebagai saksi oleh rasul Paulus, “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan
malaikat-malaikat pilihan-Nya kupesankan dengan sungguh kepadamu: camkanlah
petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa
memihak.” (1 Timotius 5:21). Para malaikat ingin meneliti dan mengetahui
keajaiban-keajaiban karya Injil keselamatan (1 Petrus 1:11-12). Hal-hal itu
menunjukkan fakta bahwa pengetahuan malaikat juga terbatas, sebab hanya Allah
saja yang maha tahu.
6. Malaikat sangat cepat namun tidak maha hadir
Sebagai
makhluk roh, malaikat bergerak dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya.
Namun demikian, malaikat tidak maha hadir. Alkitab mencatat bahwa mereka
mengembara menjelajahi Bumi (Ayub 1:7; Zakharia 1:9-11) dan berpindah dari satu
tempat ke tempat lainnya (Daniel 9:21-23).
II.d)
PENGGOLONGAN MALAIKAT
Secara
umum berdasarkan kebenaran Alkitab, nampaknya malaikat-malaikat Allah terbagi
dalam susunan yang rapih dan efektif sesuai dengan keberadaan masing-masing.
Penggolongan ini bukan berdasarkan pangkat atau kedudukan, karena Alkitab
sendiri tidak menyatakan secara gamblang mengenai hierarki atau susunan
kepangkatan dalam dunia malaikat.Penggolongan ini didasarkan pada jenis dan
fungsi malaikat-malaikat Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam Alkitab.
1. Serafim
Dalam
bahasa asli Alkitab, Ibrani ditulis “saraph”,
artinya adalah “yang terbakar”. Serafim/Seraphims
(inggris) adalah makhluk sorgawi yang ditulis paling jelas dalam kitab Yesaya
pasal 6. Serafim digambarkan sebagai mahluk bersayap enam yang selalu berada di
sisi TUHAN, sambil senantiasa memuji-Nya terus menerus. Serafim tidak banyak
ditulis dalam Alkitab, kecuali di dalam kitab Yesaya pasal 6.
Kenyataan
bahwa mereka selalu berada di sisi TUHAN, menunjukkan bahwa mereka adalah
golongan malaikat yang bertugas memuji TUHAN di tahta-Nya (Yesaya 6:2-3).
Serafim senantiasa berada di hadapan hadirat TUHAN, dan tampaknya tidak pernah
diutus ke dunia.
2. Kerub/Kerubim – cherub/cherubim
(plural)
Kata
“Cherub” berasal dari bahasa Assyrian, yang berarti “dekat”, yang berarti juga “pengawal
pribadi”. Kerub/Kerubim disebut dalam Kejadian 3:24; 2 Samuel 6:2; 2
Raja-Raja 19:15; Mazmur 18:11; 80:2; 99:1; Yehezkiel 10:1-22; Yehezkiel
28:14-16.
Berdasarkan
fakta dari ayat-ayat tersebut, Kerub memiliki empat muka dan empat sayap. Muka
yang pertama ialah muka Kerub, yang kedua ialah muka manusia, yang ketiga
adalah muka singa dan keempat adalah muka rajawali (Yehezkiel 10:14). Kerub
bertugas sebagai penjaga pintu masuk Taman Eden (Kejadian 3:24), menopang tahta
Allah (2 Samuel 6:2; 22:11; Mzm 18:11; 80:2; 99:1) dan menjaga tahta Allah
(Yehezkiel 28:14-16).
Kerub
paling sering disebut dalam Perjanjian Lama sebagai figur yang terdapat dalam
tutup Tabut Perjanjian (Ark of Covenant). Dua Kerub diukir di atas tutup Tabut
Perjanjian yang ditempatkan di dalam Kemah Suci dan Bait Suci (Keluaran 25:19;
1 Raja-Raja 6:23-28).
Kerub
juga disulam dalam kain yang menutupi Kemah Suci/Tabernakel (Keluaran 26:1,31),
serta diukir pada gerbang-gerbang Bait Allah (1 Raja-Raja 6:32,35).
3. Penghulu Malaikat
Mikhael
Istilah
“penghulu malaikat” muncul hanya dua kali di dalam Alkitab, yaitu dalam 1
Tesalonika 4:16 dan Yudas 1:9, keduanya dalam Perjanjian Baru. Istilah
“penghulu malaikat” dalam alkitab versi bahasa Inggris ditulis sebagai “archangel”. Dalam teks asli Alkitab
Perjanjian Baru, yang berbahasa Yunani, kata yang digunakan adalah “archaggelos”, yang bermakna “chief of the angels” atau pemimpin
para malaikat. Yudas 1:9 menyebut Mikhael
sebagai sang penghulu malaikat. Nama Mikhael sendiri di dalam bahasa Ibrani
berarti “who
is like God” atau “Siapakah yang sama dengan Allah?”.
Di
dalam Perjanjian Lama, Mikhael
diidentifikasikan dengan Israel sebagai suatu bangsa “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael,
pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada
suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada
bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan
terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu”
(Daniel 12:1), dan di dalam Daniel 10:13 di tuliskan bahwa Mikhael merupakan
pemimpin terkemuka.
Di
dalam Perjanjian Baru, Mikhael
disebutkan akan memimpin perang di Sorga untuk mengusir iblis dan
malaikat-malaikatnya. Alkitab mencatat, “Maka
timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang
melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi
mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. Dan
naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan
seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama
dengan malaikat-malaikatnya.” (Wahyu 12:7-9).
Mikhael
juga yang akan meniup sangkakala sebagai pertanda kedatangan Tuhan Yesus kedua
kali. Alkitab menulis, “Sebab pada
waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu
malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan
turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit.”(1
Tesalonika 4:16)
Gabriel
Nampaknya
malaikat Gabriel termasuk salah
satu dari malaikat utama Allah. Gabriel dalam bahasa Ibrani berarti “Man of God”,
“Warrior of
God” atau ”hamba Allah”, “pejuang Allah”. Injil Lukas 1:19 menulis
perkataan Gabriel sebagai yang “melayani Allah”.
Sementara Mikhael
lebih berperan sebagai “pemimpin perang”
(Daniel 10:13; Wahyu 12:7), Gabriel fokusnya sebagai “utusan” (messenger)
atau “pesuruh Allah” yang membawa berita dari Allah kepada manusia. Ia diutus
kepada Daniel (Daniel 8:16; 9:21), Zakharia untuk menyampaikan nubuat kelahiran
Yohanes pembaptis (Lukas 1:8-24) dan Maria untuk menyampaikan berita tentang
inkarnasi Firman Allah menjadi manusia Yesus (Lukas 1:26-37; Yohanes 1:1-18).
4. Malaikat Jurang maut
Dan raja yang
memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah
Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion. (Wahyu 9:11)
5. Para malaikat
Para malaikat
menunjuk kepada malaikat-malaikat ciptaan Allah lainnya yang berjumlah sangat
banyak. Alkitab tidak menyebut nama malaikat secara spesifik, kecuali Mikhael
dan Gabriel. Selebihnya dikatakan sebagai para malaikat atau bala tentara sorga
(Matius 4:11; 13:41; Lukas 2:13; Kisah Para Rasul 12:7; 27:23; Ibrani 12:22;
Wahyu 5:11; 7:11).
Para
malaikat tampaknya terorganisasi dengan sangat rapih sesuai dengan tugas dan
wewenang masing-masing. Ada yang diutus TUHAN untuk menyelamatkan Petrus dari
penjara (Kisah Para Rasul 12:7-10), ada juga yang diutus untuk memberi kekuatan
psikologis kepada Paulus (Kisah Para Rasul 27:23-25), memberi keyakinan kepada
Yusuf (Matius 1:20), menampakkan diri kepada Maria Magdalena (Yohanes 20:11-13)
dsb.
KESIMPULAN
Orang
percaya patut memahami dan mengerti pelajaran iman tentang “malaikat” karena
mereka adalah roh-roh yang ditugaskan untuk berhubungan dengan manusia dalam
kaitannya dengan tugasnya untuk “melayani orang-orang yang harus memperoleh
keselamatan“ (Ibrani 1:14),
yaitu kita semua yang percaya kepada Yesus Kristus.
Malaikat
dalam iman Kristen adalah makhluk roh yang selalu eksis dalam segala zaman. Ada
banyak kesaksian tentang eksistensi mereka, baik sejak zaman Adam, masa
Perjanjian Lama, masa Perjanjian Baru dan sampai masa modern sekarang. Tuhan
yang maha baik telah menugaskan makhluk-makhluk roh itu untuk menjaga, menolong
dan menyertai para pewaris keselamatan.
DAFTAR ISI
Alkitab
Bible Library 4.0
Special Edition
e-Sword version 9.0.3
Full Life Study
Bible, The General Council of The Assemblies of God
Teologi Kristen,
Millard J. Erickson, Gandum Mas, Malang
Teologi Sistematika, Henry
C. Thiessen, Gandum Mas, Malang
Strong’s Hebrew and
Greek Dictionaries
Tidak ada komentar:
Posting Komentar